TOUR AND TRAVEL

Kisah Peradaban Manusia Dalam Relief Candi Borobudur

Kisah Peradaban Manusia Dalam Relief Candi Borobudur

Tahukah kau sekiranya nasi bukanlah makanan pokok bangsa indonesia? Aslinya rakyat indonesia mengkonsumsi ubi, singkong dan sagu sebagai makanan pokok. Soalnya beras baru masuk ke indonesia berbarengan dengan kedatangan pedagang dari india. Gak percaya? Seluruh info ini dapat kau lihat segera melalui relief yang ada di candi borobudur loh! Dalam salah satu reliefnya, candi borobudur menegaskan bahwa pada masa itu, manusia mengumpulkan makanan dengan cara berburu, dan komoditi yang mereka ketahui hanya berupa nyiur, aren, lontar dan sagu.

Wah, kebayang gak betapa banyak cerita peradaban manusia yang terangkum di dalam 2.672 relief candi borobudur ini? Secara, sekiranya dihitung-hitung monumen buddha yang super megah ini, telah berusia 1.194 tahun loh. Pokoknya, buat kau yang haus akan sejarah, jangan berpikir dua kali untuk mendatangi laman bersejarah yang pernah masuk ke dalam daftar laman warisan dunia ini. Segera cek aja harga sewa bis pariwisata jakarta atau transportasi darat lainnya, untuk mencapai candi megah yang dibangun tanpa semen ini.

Lokasi candi borobudur

Candi borobudur berlokasi kota magelang, jawa tengah. Jaraknya 40 kilometer dari yogyakarta, 100 kilometer dari kota semarang dan 86 kilometer dari kota solo. Jadi, mau gak mau memang seharusnya mencapai jalur darat. Melainkan tenang aja, harga sewa bis pariwisata ramah di kantong kok.

Sejarah nama borobudur

Nama borobudur berasal dari kata boro-budur. Boro adalah nama desa tempat candi ini berdiri, sementara budur disebut-ucap mirip dengan istilah buda, yang dalam bahasa jawa berarti purba. Melainkan ada juga yang bilang, sekiranya budur dapat diistilahkan sebagai gunung.

Pembangunan candi borobudur

Candi borobudur adalah candi buddha terbesar di dunia. Katanya, candi yang berada di puncak bukit ini dibangun sekitar abad ke-9 pada masa pemerintahan dinasti syailendra. Konon tadinya candi borobudur didesain berupa stupa tunggal raksasa. Melainkan sebab diukur membahayakan, candi yang dibangun dengan sedikit akibat arsitektur gupta dari india ini, kelihatan seperti candi yang kita ketahui sekarang. Terdiri dari satu stupa induk, yang dikelilingi selasar melingkar dengan stupa-stupa kecil.

Fyi, bangunan megah ini sempat terkubur di dalam tanah selama berabad-abad loh. Hmmm…kira-kira gimana ya pelaksanaan restorasi kompleks candi terbesar di dunia ini? Buat kau yang mau tahu kisah lengkapnya, segera cek aja harga sewa bus pariwisata jakarta pusat , booking jadwal perjalanan kau dan temukan jawabannya segera di lokasi!